Uncategorized

PicsArt_1366182642359

Beberapa hari yang lalu saya melewati lampu merah yang dulu selalu saya lewati saat berangkat kerja, 5 hari dalam seminggu, selama 2 tahun berturut-turut. Dan tiba-tiba rindu itu menyeruak. Saya rindu jaraknya yang hanya 5 menit dari dan ke kantor dengan naik motor. Saya rindu berjalan kaki di sepanjang jalan nan ramai dan bising itu, sesekali mampir ke warung makan, atau warung tenda, atau minimarket, atau tukang buah. Saya rindu kesemrawutan di sana. Saya bahkan rindu tukang ojek yang selalu berebutan mengacungkan tangan tinggi-tinggi setiap kali ada yang orang yang lewat di pertigaan itu. Saya rindu itu semua saya rindu…

2 tahun itu bukan waktu yang singkat. Meskipun dalam jangka itu saya amat sangat jarang ngobrol dengan tetangga, kecuali pengasuhRaihan dan keluarganya, atau dengan ketua RT jika kami sedang ada urusan, saya rindu.

Rumah itu terlihat tua. Katak Bapak pemiliknya, memang rumah masa kecil dari pemiliknya, bukan bangunan baru. Beberapa kayu penyangga terasnya sudah lapuk, dan diperbaiki di tahun kedua kami di sana. Pintu kamar mandi juga sudah jadul sekali. Ubinnya berwarna kuning. Dan kaca-kaca jendelanya mempunyai motif yang antik.

Jalanan depan rumah itu adalah gang kecil yang hanya bisa dilalui motor. Kami selalu saja kebingungan kalau ada saudara yang akan datang. Kami harus mempersiapkan parkir mobilnya di dekat stasiun. Meski begitu, gang kecil itu selalu saja ramai. Dari pagi hingga pagi lagi. Lewat tengah malam masih suka terdengar suara orang lewat sambil mengobrol di gang itu. Dan saya rindu.

Hanya saja lingkungan di sana tidak begitu bagus untuk tumbuh kembang anak. Tetangga depan rumah sering marah-marah, suaranya terdengar sampai jauh. Dan saya tak ingin Raihan terbiasa mendengar suara itu. Narkoba, juga katanya banyak dipakai anak muda di sana. Meski saya percaya diri bisa membesarkan Raihan dengan baik, saya takut dia akan salah pergaulan.

Meski demikian saya rindu. Saya rindu rumah kontrakan kami. Saksi bisu kehidupan awal pernikahan kami.

*gambar di atas adalah foto daerah pemukiman di Senen, seberang kantor, diambil dari lantai 8 gedung tempat saya bekerja

 

3 thoughts on “

    1. Setengah tahun yang lalu Teh
      Iya, soalnya ritual tiap hari berangkat pagi pulang maghrib
      Ketemu tetangganya pas lewat doang, basa basi
      Kalo hari libur, ndekem di dalem rumah atau kalo nggak keluar lama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s