Mereka yang pernah kehilangan

bayi

Beberapa waktu lalu, kami seruangan dikejutkan oleh berita duka. Salah satu anak rekan kerja, yang baru dua hari lahir, dipanggil kembali ke rahmatullah. Saat mendengar berita itu, saya langsung berkaca-kaca. Tak terbayang bagaimana perasaan teman saya itu. Baru saja menyandang status sebagai ayah, anaknya meninggal.

Seminggu kemudian, dia masuk dan langsung diberondong dengan ucapan duka dari orang seruangan, juga pertanyaan: apa yang terjadi? Jadi ceritanya, anaknya dilahirkan di bidan, normal, sehat walafiat. Isterinya juga sehat, bahkan bisa langsung beraktivitas. Hari kedua, mereka sudah pulang ke rumah. Dari pagi sang teman disibukkan oleh kegiatan mencari kambing untuk aqiqah, lalu sempat juga diganggu orang kantor untuk menyelesaikan pekerjaan kantor dari rumah. Sampai siang tiba, dia menggendong anaknya yang menangis dan tiba-tiba menyadari kalau bayi kecilnya panas. Panas banget! katanya. Sepertinya lebih dari 45 derajat.

Orang serumah pun panik. Sang bayi kecil lantas dibawa ke bidan, dan langsung dirujuk ke RS besar yang jaraknya katanya 2-3 jam perjalanan. Tapi sebelumnya mereka bawa ke RS di daerah dulu. RS daerah itupun merujuk untuk segera dibawa RS di ibukota propinsi. Singkat cerita, setelah perjalanan jauh, tibalah mereka di RS ibukota propinsi. Tangisan yang awalnya normal, sudah melemah, berubah menjadi rintih kesakitan. Lalu tak lama kemudian, bayi kecil itupun menghembuskan napas terakhirnya.

Menurut keterangan bidan, kemungkinan bayi meninggal disebabkan karena gangguan pada pernafasannya. Sedangkan menurut dokter, mungkin saja terjadi infeksi pada potongan tali pusatnya. Kalau saya lebih condong ke pendapat dokter, karena sebelumnya bayi kecil itu demam tinggi. Bahkan sampai saat akan dimakamkan pun, kata teman saya, badannya masih hangat, hanya tangan dan kakiknya sudah kaku dan membiru😦

Teman saya menceritakan kisah itu sampai beberapa kali dikarenakan banyak orang yang ketinggalan cerita, lalu bertanya berulang-ulang. Dia tampak tegar. Lalu saya tanya, bagaimana kondisi isterinya? Masih trauma, katanya. Apalagi kalau ASInya keluar, dia nangis. Setelah itu, teman laki-laki saya itu menangis. Kami, para cewek yang ada di situ langsung balik badan dan ambil tissue, ikut menangis, sementara yang laki-laki ambil langkah seribu sambil menundukkan kepala. Asli nggak enak banget endingnya! Jadi merasa sangat bersalah T_T

Saya jadi teringat kisah beberapa teman yang mengalami pengalaman serupa. Seorang teman kuliah saya pernah kehilangan bayi dalam kandungannya yang sudah berusia sembilan bulan. Dua orang teman multiply juga pernah kehilangan anak yang baru saja mereka lahirkan dalam hitungan hari. Dan salah satu rekan kerja suami saya pernah kehilangan bayinya dalam proses kelahiran. Ooh..mengingat kisah mereka, membuat saya yang juga seorang ibu ingin menangis.

Tapi, Alhamdulillah, segala puja-puji bagi Allah, segala kehilangan dan kesabaran mereka dibalas dengan lebih baik oleh Allah. Keempat orang yang saya tahu itu, sekarang, saat ini sudah menimang kembali bayi masing-masing. Dan saya takjub, karena mereka semua melahirkan dalam waktu yang berdekatan. Teman saya kuliah, bayinya mungkin berusia satu bulanan, teman suami, kurang lebih baru 2-3mingguan, dan teman multiply, baru berumur semingguan. Mereka semua pernah kehilangan, dan mereka kini telah mendapatkan yang baru lagi. Yang pertama takkan terganti, dan kini yang kedua telah menemani. Semoga jadi anak sehat dan jadi penyejuk hati orang tua masing-masing🙂

Untuk teman kantor saya, semoga lekas “dititipi” lagi oleh Allah. Percayalah, Dia tak menguji di luar batas kemampuan hambaNya..

15 thoughts on “Mereka yang pernah kehilangan

  1. i felt that so T.T
    kalo dgr kabar gitu rasanya aq merasa ikut kehilangan jg
    😥 sedih
    mudah2an tmen ny d beri ksabaran ya ndi, insyaAllah smoga sgera Allah memberikan yg terbaik, aamiin

  2. Sy jg baru ngalami hal yg sama. Kira2 2 bln yg lalu. Sampai skrg msh suka nangis sndiri . Rasanya semangat sy untuk hidup jadi menurun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s