Baking: Kastengel

baking

Lebaran masih lamaaaa…. tapi aroma bulan Ramadhan sudah tercium jelas. Ya Allah, pertemukanlah kami dengan ramadhanMu tahun ini, aamiin…. ‘Aroma’ itu semakin tercium tajam saat seorang ibu Jumat siang kemarin datang ke kantor. Namanya Bu Sugi. Pertanyaannya: siapakah Bu Sugi itu? Bu Sugi adalah ibu pembuat kue kering yang jadi langganan kami di kantor saat lebaran menjelang. Jadi, bahkan dari sebelum bulan puasa beliau sudah menerima banyak orderan kuker. Habis memang kukernya enyaaakk. Berasa dan ngeju, nyaaamm… Harganya juga enaaaakkk… *naik dari tahun kemarin, hiks!

Nah kalo ibu itu dateng beliau bawa tester sekian toples kue kering. Ada kastengel, nastar, sagu keju, semprit, chocochips, cookies, de el el. Trus biasanya para ibu-ibu akan rame nyobain. Satu jenis kue satu biji, bisa lebih kalo suka *hyaahaha* Pan ibunya bawa banyak macem tuh, jadi lumayan puas laah, icip-icipnya :p Setelah icip-icip, baru kita pesen sekian toples kue, nanti bakal dianter tanggal sekian. Biasanya kan pada mo mudik, jadi minta dianternya semingguan sebelum mudik.

Naahhh, gara-gara Bu Sugi ini bawa kuker, saya jadi pengen kastengel. Iya, kemaren sih udah nyobain, kayaknya sih lebih dari satu *ups* tapi belum puaass, huhuhuhuu… We want more, Bu Sugi!! Tapi apa daya ya, pesenan baru akan diantar nanti bulan puasa. Ibunya si bilang ada lah kalo cuma setoples kastengel nanti bakal dianter kalo saya mau, tapi sayanya nggak enak kalo cuma pesen setoples aja, huhuhu… Akhirnya pulangnya saya hari itu dengan pikiran dibayang-bayangi kastengel ngeju enak… @,@

Nah! Karena weekend kemarin saya lagi semangat-semangatnya baking, saya iseng search resep kastengel. Tetep doong, yang praktis, tapi enak! Dan terdamparlah saya di sini *langsung buka bookmark di hp, kok nggak ada?? Loh, mana nih resepnya. Gugling lagi, satu-satu dibukain. Kok ilang?? mana niih. Enggak ketemuu..huhuhuhuuu…* Saya masih inget resepnya, tapi lupa takarannya *sejam kemudian…* Ini dia nih resepnya! Kayaknya sih bukan dari blog ini, tapi resepnya sama kok. Errr….atau emang dari blog Ordinary Kitchen ini ya? Hwaaa..lupa.. Mbak Ricke, saya ijin copy resepnya di sini ya πŸ˜‰

Maaf fotonya jelek, lagi males foto-foto :(

Maaf fotonya jelek, lagi males foto-foto

Bahan:
300 gram mentega (butter+margarin)
350 gram terigu protein sedang
50 gram maizena
2 sdm susu bubuk
100 gram keju edam parut
100 gram keju parmesan parut

Olesan:
Kuning telur, kocok lepas

Taburan:
Keju cheddar parut

Cara membuat:
1. Campur dan ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.
2. Kocok mentega sebentar saja hingga lunak (ga usah lama-lama atau sampai putih). Masukkan keju edam dan parmesan parut, aduk rata dengan sendok kayu.
3. Masukkan campuran terigu, aduk rata dengan sendok kayu sampai rata dan adonan sudah bisa dibentuk.
4. Gilas tipis adonan (sekitar 1 cm), lalu cetak sesuai selera (stick, bunga atau bentuk lain). Tata dalam loyang tanpa dioles margarin. Oles dengan kuning telur dan taburi keju cheddar parut.
5. Panggang dalam oven 125’C (api kecil) sampai matang (berwarna kuning kecoklatan/golden brown). Angkat dan dinginkan. Simpan dalam toples kedap udara.

Ada yang ngeh nggak, warna kastengelnya terlalu coklat a.k.a sedikit gosong? Gini ceritanya, saya beli loyang segiempat yang tepiannya rendah itu (keknya emang buat bikin kue kering, bukan buat bikin cake). Nah, belinya itu yang lebaran dikit. Eh ternyata loyang itu cuma bisa ditaroh di rak paling atas, gabisa di rak bawahnya soalnya pinggirannya nggak masuk di celah oven. Nah, jadilah saya panggang di rak paling atas, dengan suhu 125’C. Kok nggak mateng2 ya, masih pucet aja. Setelah setengah jam, saya matiin ovennya dan saya panggang lagi pake api atas 160’C kurleb 10 menit. Hasilnya? Mateng tapi agak gosong atasnya, heheheee… :p Secara rasa, udah pas nih kastengel cuma punya saya kurang sedikit ngeju karena saya nggak pake keju edam 😦

Ayahnya Raihan bilang lumayaan, dan Raihannya-yang bukan konsumen target utama-malah suka! Hehehee. Alhamdulillaah πŸ˜€

Baking: Oatmeal Banana Cookies (MPASI 8m+)

baking, MPASI

PicsArt_1371959060704

Bahan:

1 cangkir Butter unsalted

3 buah Pisang matang (haluskan)

2 cangkir Quick-cooking Oatmeal

cangkir Kismis (opsional)

1 sendok teh ekstrak vanilla

Cara membuat:

1. Panaskan oven sampai dengan 180 C

2. Lelehkan butter

3. Campur semua bahan jadi satu

4. Diamkan selama kurang lebih 5 menit (hingga oats basah)

5. Siapkan loyang yang sudah diolesi mentega, β€œbedaki”dengan terigu

6. Ambil satu sendok makan adonan, letakkan pada loyang tekan pipih

7. Panggang sekitar 15-20 menit

DSC_0618

Tips:

1.Untuk melelehkan butter jangan menggunakan api. Gunakan program defrost pada microwave atau letakkan butter pd tempat kecil, rendam dgn air panas (seperti menghangatkan asip)

2. Untuk Menghaluskan Pisang dengan blender jangan gunakan air. Hasil akhirnya jadi lebih lembek. Bisa dihaluskan dengan menggunakan saringan kawat

Resep saya dapat dari sini

First time baking: Lasagna

baking

Seperti yang udah diceritain kapan itu, karena abis beli oven listrik baru, jadinya weekend kemarin saya isi dengan acara baking. Yeaaayy seneng banget! Secara selama ini cuma bisa ngiler liat kue-kue nan menggiurkan di blog para bakers, akhirnya kemarin bisa juga praktek perdana. Btw, sebelumnya saya nggak punya pengalaman sama sekali dalam dunia perbakingan, jadi bisa dibilang pengalamannya NOL besar. Etapi dulu pas masih SMP kadang suka bikin kue sama sodara cewek yang kebetulan waktu itu tinggalnya di rumah kami. Bikin kue main2an aja buat iseng dan seneng2, tapi pake peralatan sebenarnya, macem oven tangkring yang gede punya ibu saya. Jadi sebenernya minat terhadap dunia ini tuh udah ada dari dulu *cieeehh ngomong apa sih gue :p

Okay, setelah berpanjang lebar, jadi langsung aja deh mau cerita. Kemarin itu buat percobaan perdana saya coba bikin lasagna. Wuiihh..makanan orang bule yah, hehehe. Awalnya pengen bikin macaroni panggang, tapi kok sepertinya malah ribet si macaroni ini, jadi bikin macaroninya nanti-nanti aja deh :p

Pertama-tama yang dilakukan adalah: googling resep lasagna praktis, mudah, tapi enak! Qiqiqiqiii… Dan setelah baca resep sana-sini, saya putuskan akhirnya buat bikin Mom Elly’s Lasagna dari dapurnya mbak Camelia di sini. Kenapa pake resep itu? Soalnya saya pengen lasagna yang lembut, dan emang bener lasagnanya lembuut (dalam kasus saya sedikit terlalu lembut -_- mungkin karena bikin sausnya kurang kental :D). Nggak papa namanya juga percobaan pertama ya? Itu aja saya udah puaasss dan kata suami juga rasanya pass. Assiiikk.. kapan2 bikin lagi soalnya lasagna instannya masih banyak

Langsung aja, ini dia resep lasagnanya *yang di dalam kurung catatan saya pribadi*

LASAGNA ALA PANDA
by. Elly Zein (Mom Elly)

Bahan:
250 gr Lasagna instan (saya pake merk Agnesi)
Saus Daging (Bolognese Sauce):
500 gr daging giling/cincang (saya pake kornet)
1 bh wortel ukuran besar, cincang kasar (saya parut pake parutan keju)
1 bh bawang bombay ukuran sedang, cincang kasar
1 siung bawang putih, keprek, cincang halus
5 bh tomat buah ukuran besar, kupas kulit, buang biji, cincang kasar
170 gr pasta tomat (pake merk Del Monte)
5 sdm saus tomat
1 sdt oregano bubuk
Β½ sdt basil bubuk (skip)
Β½ sdt merica bubuk
1 sdt kaldu ayam/daging instan (skip)
1 sdt garam (sesuai selera)
2 sdm gula pasir
3 sdm minyak untuk menumis
300 ml air
Saus Keju (Bechamel Sauce):
1000 ml susu cair
250 gr keju cheddar, parut halus
3 sdm mentega
3 sdm tepung terigu
Β½ sdt merica bubuk
β…› sdt pala bubuk
Β½ sdt garam
Taburan:
250 gr mozarela, parut kasar
Catatan pribadi: karena sepertinya resep di atas terlalu banyak, jadi saya bikin kurang dari itu. Malesnya saya, saya ga terpatok takaran sih, sebisa mungkin saya ikutin resepnya, tapi ada juga yang enggak. Kan bisa diicip-icip sendiri yah rasanya, beda sama kalo kita bikin kue atau cake *btw, ini prinsip sesat nggak ya?
Cara membuat:

  • Saus Daging: Tumis bawang putih dan bombay hingga harum (plus wortel). Masukkan daging giling/cincang. Aduk hingga daging berubah warna. Kemudian masukkan tomat cincang, pasta tomat dan saus tomat, aduk rata. Bubuhi dengan merica bubuk, garam, gula pasir, oregano bubuk dan basil bubuk. Tuang air. Masak dengan api kecil selama Β± 20 menit. Angkat. Sisihkan.
  • Saus Keju: Panaskan mentega hingga mencair, lalu masukkan tepung terigu. Aduk hingga rata. Tuang susu cair perlahan-lahan sambil diaduk-aduk. Jaga jangan sampai bergerindil. Bubuhi dengan merica bubuk, pala bubuk dan garam. Terakhir masukkan keju parut. Aduk hingga rata. Masak hingga mengental dengan api kecil. Angkat. Sisihkan.
  • Penyusunan: Letakkan saus daging lalu taruh lasagna diatasnya, siram kembali dengan saus daging, kemudian timpa dengan saus keju. Taruh lasagna kembali, kemudian siram dengan saus daging timpa lagi dengan saus keju. Lakukan kembali sampai habis. Terakhir adalah saus keju. Kemudian taburi keju mozarela di atasnya. Masak di oven dengan suhu 180Β°C sehingga matang Β± 30 menit. Sajikan 10 menit setelah lasagna keluar dari Oven.

Catatan pribadi: setelah membaca tips-tips dari internet, rahasia penataan lasagna agar lasagna tidak keras adalah dengan menyusun saus daging dulu di lapisan pertama, baru setelah itu lasagna (ingat: saus daging paling bawah, lalu lasagna). Oiya, karena ini lasagna instan dan ga perlu direbus dulu, jadi mematangkannya itu dengan sausnya. Jadi sausnya dibuat jangan terlalu kental (kalo saya malah keenceran, karena takut kekentalan, ditambah air panas, jadinya keenceran). Lasagna ga usah ditaruh mepet dengan pinggan/wadahnya karena nantinya akan mengembang. Btw, anw, busway, saya ini amatiran baru pertama kali bikin lasagna tapi udah sok banget kasih tips ya -_- *yaa, ini cuma merangkum dari yang saya baca-baca di internet sih…

Dan ini dia penampakan lasagna saya

Ini sebelum dipanggang

Ini sebelum dipanggang

ini waktu dipanggang

ini waktu dipanggang

Lasagna siap disantap :D

Lasagna siap disantap πŸ˜€

Kompromi ASI

ASI

Dulu, jauh hari sebelum melahirkan Raihan, saya selalu kampanye ASI ke mas suami. Saya bilang pokoknya dia harus jadi ayah ASI. Harus mendukung ASI, harus ini harus itu. Apa daya, ternyata dia tidak setangguh yang saya kira. Sehari pasca melahirkan, saat ASI saya belum keluar, dia bukannya mendukung saya untuk terus menyusui Raihan, malah menyarankan agar saya memberi Raihan sufor saja. Tentu saja dengan senang hati saya menolak dan menentangnya keras2. Alhasil, saya sempet marah2an dengan suami, sempet dimarahi habis2an juga olehnya, juga oleh ibu dan ibu mertua saya. Pokoknya saya sendirian waktu itu, dan karenanya saya semakin babyblues 😦

Alasan mereka sebenarnya sederhana saja: kasian Raihan yang terus-terusan nangis. Haus. Alasan saya juga sederhana-dan sangat idealis-ingin memberikan ASI Eksklusif untuk Raihan. Yang akhirnya entah dikatakan berhasil atau tidak karena sekian hari pertama Raihan ASI disambung sufor.

Demi menanggulangi kejadian itu berulang-lagi, sejak kemarin2 saya udah wanti-wanti ke mas suami. Kurang lebih bergini percakapan kami waktu itu

Saya: “Yah, ayah mau nggak janji ke Nda?”

Suami: “Mau”

Saya: “Beneran ya?”

Suami: “Janji apa?”

Saya: “Nanti kalo little baby lahir, Ayah jangan paksa Nda kasih sufor”

Suami: “Iya, janji”

Saya: *tercengang* “Kok gitu? Kok Ayah berubah?”

Suami: “Ayah udah sadar sekarang”

Setelah saya cari tau, ternyata mas suami sadar karena dari pengalaman teman sekantornya yang laki-laki, saat istri sang teman habis lahiran, malah dia yang kekeuh mau anaknya ngasi saja, sementara isterinya kasihan dan pengen kasih sufor.

Saya: “Kok, temen ayah tau gitu tentang ASI?”

Suami: “Katanya dia browsing, cari tau”

Saya dalam hati: Naaahhh itu baru ayah ASI

Saya: “Jadi nanti kalo ASI Nda belum keluar, Ayah jangan maksa Nda kasih sufor ya?”

Suami: “Mmmm… Kalo gitu, kalo Nda lahiran, 3 hari pertama Ayah mau tugas keluar kota aja”

Saya: “Jiaaaaahhhhh!!! Ternyata belum berubah!!”

Hmm… Jadi sekarang kuncinya adalah, perawatan supaya nanti begitu lahiran ASI langsung keluar, soalnya mas Suami juga belum bisa terlalu diandalkan untuk pro-ASI. Semangaaattt!!

Cooking-cooking

Uncategorized

Weekend kemarin, entah kenapa tiba-tiba pengen bikin sesuatu yang spesial. Setelah Senin-Jumat biasa makan pake masakan rumah biasa, hari libur rasanya pengen nyobain masakan yang nggak biasa. Akhirnya tanpa pikir panjang, diputuskan Sabtu itu mau masak soto ayam + perkedel. Pas searcing resep, eh pengen bikin brownies juga. Daripada keburu meleleh semangatnya, cepet2 deh pagi itu minta tolong si mbak belanja *asik, sekarang ada embak yang bisa naik motor, hhihihi* ke depan. Eh, sayanya juga belanja ding sama suami. Ke Giant, beli bahan-bahan buat bikin brownies. Masih kucel, belum pada mandi. Ah sebodo amat, Giant-nya juga masih sepi kok, baru buka πŸ˜€

Singkat kata siang harinya matanglah semua masakan: brownies, soto ayam, perkedel. Puaaassss. Kalo browniesnya saya yang bikin, kalo soto sama perkedelnya si embak, huahahaha. Habis, jam sepuluhan gitu tiba2 ngantuuk banget. Tidur deh bareng Raihan. Eh bangun2 sotonya udah mateng :p

Karena Sabtu itu masak lumayan spesial, suami jadi request deh buat dibikinin kupat tahu hari Minggu. Seneeeenng karena dia punya inisiatif dan keinginan, padahal mah biasanya ‘terserah-terserah’ gitu kalo soal masakan. Baiklaah, minggu pagi bikin kupat pake plastik. Daan, kupatnya gagal sodara! Seperti peribahasa, kupat telah menjadi bubur. Jadi tuh kupatnya nggak padet tapi malah lembek. Udah curiga nih kayaknya karena plastiknya kegedean, atau dengan kata lain, ngisi berasnya kurang banyak (karena plastiknya itu gede). Bener ternyata, setelah tanya ibu, kemungkinan ngisi plastiknya kurang padet jadi berasnya malah lembek jadi bubur. Yowislah. Siang itu kami makan nasi tahu karena kupatnya nggak jadi. Nah, karena ada bubur, saya suruh mbaknya masakin sayur lodeh sama telor ceplok, biar bisa jadi bubur ayam ala kampung (kalo di kampung itu biasanya bubur ayam pakenya sayur lodeh, ada yg pake krecek, dan lauk-pauk. Beda sama bubur Jakarta :D) Alhamdulillah, pas dimakan malemnya, masakan bubur-sayur lodeh-telor ceplok itu nyambung dan enak. Alhamdulillah, kupat gagalnya nggak jadi mubadzir πŸ™‚

Siang hari Minggu itu kami jalan2 ke Hypermart yang baru buka. Letaknya deket sama rumah, kira2 2 kilo lah. Kalo dari perempatan Cikeasnya mungkin sekilo. Sekilas inpoh ni, di sana bakal ada mall guedee. Antara seneng dan enggak. Seneng karena kalo mau ngemall deket ya, 10 menit nyampe. Bisa ke Gramed, ke Matahari, dan semoga ada bioskopnya (udah kebayang malam minggu habis Raihan tidur, capcuss ke mall buat nonton sama suami, kikikikik :p). Nggak senengnya karena pasti itu bakal jadi sumber kemacetan baru. Nggak enak deh masa baru keluar Cikeas nanti udah kena macet imbas kendaraan keluar-masuk mall, huhuhuhu.. 😦

Eh di sana ngeliat dong oven listrik beberapa merk. Langsung bikin mata kedip-kedip kayak lagi kelilipan sesuatu. Udah dari lama nih saya ngidam pengen beli oven biar bisa belajar baking sepenuhnya. Dan akhirnya setelah merayu misua sambil muter2 belanja, saya dibolehin bawa pulang itu oven listrik. Assiiikkk! Ngambil yang harganya paling murah deh secara juga baru belajar.

Sampe rumah jam 4 sorean, rencananya saya mau nyobain oven baru. Cari resep gampang di internet, trus diputuskan mau bikin pizza. Udah nguleni adonan, eh lupa kalo itu adonan harus didiamkan berapa lama. Yaah, akhirnya kena maghrib deh. Udah males deh, trus sekarang itu adonan akhirnya masih di kulkass, huwaaa! Jadi belum sempet nyobain keajaiban si otrik itu. Aaahh.. cant wait to the next weekend. Semoga minggu depan semangatnya belum melempem πŸ˜€

*oiya, karena nggak niat buat posting2 resep masakan, jadi deh nggak ada foto2 πŸ˜€

 

Ketika saya ingin hamil

Uncategorized

 

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca status facebook salah seorang saudara sepupu, yang dengannya saya selalu menghabiskan malam takbiran saat masih kecil dulu. Saudara saya itu baru saja menikah, kalau tidak salah tanggal 22 Mei kemarin-dan sayangnya saya tak bisa datang, karena jatah cuti tinggal buat lebaran saja,huhuhu. Dalam statusnya, dia mengatakan kalau ingin segera menimang anak. Yah, saya tau dia. Dia amat sangat suka anak kecil, bahkan sejak kami kecil dulu dia sudah suka dengan anak kecil. Bisa momong, bisa ngajak main, bisa berinteraksi dengan luwes dengan mereka. Nggak kayak saya yang kaku kalau berhadapan dengan anak-anak–tapi kekakuan itu mencair setelah masa kuliah, saat di kosΒ  sering tinggal cucu ibu kos kami. Ditambah saat itu saya ngajar TPA di mushola sebelah kosan. Setiap sore selalu dipanggil-panggil oleh anak-anak “Kak Andiaahh! Kak Andiaaahh!!”

Oke, back to the topic. Dulu waktu awal menikah, jujur saya nggak langsung pengen hamil. Saya ingin menikmati masa pacaran dengan suami dulu. Apalagi saat itu suami juga sedang kuliah, sering pulang tengah malam. Rasanya saya belum siap. Santai saja dulu laaahh… πŸ˜€ Tapi pemikiran saya berubah saat satu per satu teman nikah seangkatan mulai hamil. Rasanya gimaanaaa gitu. Usia pernikahan saya juga sudah tiga bulan, mulai banyak yang tanya-tanya. Akhirnya, muncul perasaan itu: Saya pengen hamil. Saya mau hamil. Mulai saat itulah, saya membaca banyak referensi tentang cara untuk hamil. Saya bahkan beli bukunya, hhehehehe..

Setelah banyak mencari tau, saya mendapat tips dari teman-yang saya lupa siapa. Katanya, sebelum hamil, dia rajin minum susu Pr*n*g*n. Susu yang iklannya tuh kalau mau menikah, persiapkan dari sekarang. Salah satunya persiapan untuk kehamilan. Akhirnya saya belilah susu itu. Dan mulai rajin meminumnya.

Bersamaan dengan itu, saya menemukan sebuah resep dari forum di internet. Tentang jus yang bisa meningkatkan kesuburan. Namanya jus femmie. Ada yang pernah dengeeerrr?? πŸ˜€ Jus wortel itu ternyata lumayan terkenal di antara ibu-ibu yang ingin segera hamil. Ini resepnya:

Resep Juice Wortel :
4 buah wortel import
2 buah apel malang
2 buah tomat

Diminum tiap hari, berdua dengan pasangan.

Oiya, kalau di forum dibilang ngejusnya pake juicer. tapi karena nggak punya, saya pake blender biasa. Nggak disaring, semua-muanya diminum. Dan lagi, seinget saya sih, dulu saya bikinnya cuma pake wortel aja, nggak dicampur apa-apa. Tiap hari suami dicekokin juga itu jus. Pokoknya rajin deh.

Singkat cerita, setelah rajin minum susu dan minum jus wortel, beberapa lama kemudian-lupa tepatnya-saya hamil. Iya, hamil. Ada dua garis merah di testpack pagi itu. Alhamdulillaahh..langsung deh sujud syukur. Kehamilan pertama, setelah menikah selama 5 bulan. Sayangnya, sebulan kemudian saya keguguran. Sediiihh sekali waktu itu. Tapi lagi-lagi, Alhamdulillah, 3 bulan kemudian saya dinyatakan hamil lagi. Dan kehamilan kedua kali itu lancar, hingga sembilan kemudian lahir bayi lucu yang kami namai Raihan.

Dan begitulah pengalaman ingin hamil saya. Semoga bermanfaat yaaa ^^

Tradisi ulang tahun

Uncategorized

Baru saja menikmati sepotong pizza di meja, ludes dalam waktu sebentar saja karena memang lagi lapar. Tumben kali ini mah kalem aja ngambil cuma sepotong, biasanya ngambil 2 potong dengan rasa yang berbeda. Karena lagi hamil, jadi sedikit ati-ati sih makan yang gini-ginian. Eh ,baru abis pizza dateng donat J-co, jadi makan lagi deh πŸ˜€

Ngomong-ngomong, saya sering makan pizza bukan karena beli sendiri, tapi karena suka ada yang nraktir di kantor.Β  Jadi, gini nih salah satu kebiasaan di kantor, kalo ada yang ultah suka traktir-traktir. Nggak tanggung2, traktirnya buat orang tiga puluhan, satu direktorat. Biasanya yang ultah kalo nggak traktir pizza, ya J-Co, nasi kotak, atau makan siang pesen sendiri-sendiri. Karena berbanyak, biasanya pizza atau J-conya sampe beberapa kotak, lebih dari lima. Nasi kotak itu biasanya ada pilihan ayam bakar atau ayam goreng. Kalo makan siang pesan sendiri, biasanya nanti akan ada edaran kertas, trus masing2 pegawai nulis mau makan siang apa. Yang beliin OB. Kebayang doang harus sedia bajet berapa kalo mau traktiran ultah itu. Buat makan siang sendiri, saya pernah mesen sop iga plus jus apaaa gitu. Sop iganya sendiri udah dua puluh ribuan, belum jusnya. Pernah mesen tiga macam: nasi, rujak, jus. nahh, itu berapa sendiri ya, buat seorang? Tega ya saya? Iya! hihihihihiii…

Kalo direktur, biasanya traktirannya lebih asik lagi. Kami pergi ke restoran pas makan siang. Seruangan. Hihihi..siang2 satu lantai pergi semua. Yang ada urusan bingung. Hahahahaa..

Sejak akhir 2009 ada di sini, saya belum pernah sekalipun nraktir orang ulang tahun. Seinget saya sih, pas pertama ultah di sini saya lagi diklat. trus pas yang kedua kali, pas hari libur. Jadi nggak sempet traktir2 *alesan, huehehee.. Tapi ngomong-ngomong, sembari makan donat ini, sembari saya liat kalender di samping saya. Ternyata tahun ini ulang tahun saya bakalan jatuh di hari Senin. Jadi harus siap-siap nyisihin uang buat traktiran nih πŸ˜€

Tingkah Raihan

Uncategorized

Pengen nulis tingkah lucunya Raihan 15m10d, sebagai catatan sendiri. Sukur2 ada yang baca, hihihi

Jadi diceritain sama Ibuk (mertua), kalau kemarin Raihan itu sholat sendiri. Siang-siang Raihan rewel nggak jelas maunya apa. Sama Ibuk, mbak pengasuhnya suruh nurutin maunya dia. Tau-tau Raihan ngajak ke kamar mandi. Di sana maenan air. Cuci mulut, habis itu ngusap muka. Abis itu Raihan ngajak ke kamar. Di sana digelarin sajadah, lalu dipakein peci. Trus Raihan duduk di atas sajadah (biasanya kalo ayahnya lagi sholat, Raihan diajak duduk di sebelah ayah), lalu takbir “Awoohh..”

Semoga nanti gede Raihan jadi anak soleh ya Nak ya, Aamiin πŸ™‚