Mohon Doanya

curhat

Minggu depan, tanggal 6-7 November ada ujian DIV STAN. Saya insya Allah mau mencobanya lagi, setelah percobaan pertama tahun kemarin gagal. Sempat kecewa, karena sebenernya saya pengen kuliah dan satu-satunya yang saya harapkan ya dari DIV itu. Bisa sebenarnya ambil kuliah sendiri di luar jam kantor, tapi masa iyaaa tega memangkas waktu ketemu sama anak yang selama ini juga udah terenggut darinya 😦 Makanya pingin banget masuk DIV biar bisa fokus kuliah aja, tanpa mikirin ngantor. Biarpun kuliah DIV itu katanya berat dan bukan berarti kita bisa santai. Tapi mending lah yaa bisa fokus kuliah daripada pikiran bercabang mikirin urusan kantor-kuliah-rumah (kalo akhirnya ngambil jalur mandiri).

Sejujurnya tahun ini niatan kuliah DIV nggak sebulat tahun kemarin. Banyak pertimbangan. Mulai dari urusan finansial-tak bisa dipungkiri ini jadi pertimbangan utama juga-tempat tinggal, anak, dst dst. Tahun kemarin cicilan belum nambah, tahun ini udah. Tahun kemarin anak masih satu, tahun ini mau nambah dua. Tahun kemarin ART masih satu, tahun ini udah dua. Whoaaa… *langsung puyeng. Tapi yang namanya rejeki mah bisa datang dari pintu mana aja, ya kan? ya kan? ya kan?? Tahun kemarin kalo mau ngontrak di Bintaro masih bisa cari rumah yang kecil aja, tahun ini mau nggak mau kalo keterima kan harus cari rumah yang kamarnya minimal 3 ya? 4 orang dewasa + 2 balita aja gitu bakalannya.

Kemarin pas menyampaikan uneg-uneg ke mas suami, katanya maju terus pantang mundur! Daftar aja dulu, soal gimana ke belakangnya, itu persoalan nanti. Jadi, bismillah, dengan penuh percaya diri ikut daftar ujian DIV lagi tahun ini.

Susah juga ya mendeskripsikan perasaan. Perasaan saya sih, pengennya keterima. Pengeeen banget. Tapi hati kecil yang satunya masih menimbang-nimbang: bisa nggak yaa? Aahh… dilema. Jadi doa saya ke Allah nggak spesifik deh. Saya cuma minta diberikan yang terbaik, dan semoga diberi keikhlasan serta kekuatan menerima segala takdirNya nanti. Tapi kalau saya turuti kata hati paling dalam, sepertinya yang saya pengen bener itu adalah keterima kuliah DIV, biar bisa kuliah tanpa mengorbankan lebih banyak waktu lagi untuk anak.

Jadi, saya mohon doanya ya teman, doakan saya keterima DIV. Dan lagi, andainya saya keterima, Allah beri kelancaran dan kemudahan untuk urusan yang lain-lainnya 🙂

Bersama puluhan orang itu, aku akan mengarak doaku untuk menggetarkan langit dan memaksa para malaikat untuk membuka pintu Arasy. Di sanalah para malaikat akan melihat gumpalan-gumpalan doa kita berubah menjelma gelombang cahaya yang demikian besar sehingga membuat mereka silau dan gemetarr—Sehingga tatkala gelombag itu sampai tepat di hadapan mereka, mereka tak punya pilihan lain selain membukakan pintu langit dan mengantarkannya ke hadapan Tuhan. Dan Tuhan Yang Maha Mengabulkan Semua Doa yang Sampai di HadapanNya, tak bisa lagi menolaknya!”   (Hal. 133, Perjalanan Rasa, Fahd Djibran)

Advertisements

Baking: Milo Doggie Cookies

baking, coklat, cookies

DSC_1024

Sekumpulan choco doggie berbaris rapi di atas loyang bertabur tepung terigu.

“Kalian siaaappp!!”

“Siaaappp!!!”

“Baiklah, sebentar lagi kita akan masuk ke dalam oven. Ini tidak lama, jadi kalian tahanlah panas itu sebentar. Setelah itu, setelah ujian terakhir ini, kita akan keluar dan lulus menjadi cookies. Sebentar lagi kita akan menjadi cookies, teman-teman!”

“Yeaaaa!! Yeaaaa!!!”

Mereka bersorak-sorai gembira.

IMG-20131020-WA0004

“Itu toples yang sudah disiapkan untuk kita, ayo masuk ke dalam, sebelum burung hijau itu mematuk kita..”

“Ayooo…”

IMG-20131020-WA0003

“Hei, sedang apa kalian di dalam sana?”

“Siapa kamu?”

“Namaku Tumi, kalian siapa?”

“Kami Milo Doggie Cookies

“Oh, kalian doggie juga? Aku juga doggie. Ayo kita berteman”

“Senang berkenalan denganmu Tumi”

“Senang juga berkenalan dengan kalian”

*end*

Ahahaha… iseng bener bikin cerita kayak di atas. Tapi nggak tahan buat nggak ngedongeng gara2 liat fotonya. Cookies lucu ini saya dapet resepnya dari blognya Teh Ayu, momylicious. Pengen bikin juga? Gampang kok, Bahan2nya ada di sekitar kita, dan nggak perlu pake mikser! *what i love most about this cookies 😉

Untuk rasanya sendiri, cookies ini nggak begitu manis karena memang nggak pake gula. Manisnya didapet pas kita ngegigit chocochips dan coco crunch-nya. Teksturnya garing dan buyar di mulut, tapi nggak lumer yaaa. Cocok nih, saya suka yang kayak gini. Kapan-kapan mau bikin lagi, tapi bentuknya yang std aja, selayaknya cookies normal. Kasih gula kastor biar manis dikit, trus taburin chocochips yang banyak, hmm… 😀

Ini resepnya lengkapnya:

IMG-20131020-WA0001

MILO DOGGIE COOKIES

Bahan:

180 gr butter, suhu ruang
80 gr horlicks [saya ganti pakai milo]
200 gr tepung terigu
25 gr maizena
25 gr susu bubuk
100 gr coklat chips
Meises, secukupnya
Koko krunch, secukupnya

 

Cara membuat:

Panaskan oven di suhu 140’C. Siapkan loyang, alasi dengan kertas baking, oles dengan margarin. Campurkan kemudian ayak, tepung terigu, maizena, dan susu bubuk. Kocok butter dengan milo selama kurang lebih 3 menit dengan kecepatan rendah. Masukan campuran tepung terigu lalu aduk sampai rata (Saya diaduk biasa pake garpu)

Ambil 10 gr adonan, Letakan meises, choco chips, membentuk mata dan mulut, dan tambahkan koko krunch untuk kupingnya. Panggang selama 25 menit atau hingga matang. Keluarkan dari oven, dinginkan di rak kawat.

IMG-20131020-WA0002

Oppo N1: Ponsel Pintar dengan Inovasi Pintar

lomba blog, Oppo smartphone, review

Seorang model cantik a la aktris Korea tampak asik berfoto. Di laut, di pedesaan, di hutan, di tepi pantai. Sebuah smartphone canggih dengan desain yang menarik tergenggam di tangannya. Sekilas iklan itu memikat mata. Saat sampai di bagian akhir iklan. Hmm… sebuah merk smartphone yang baru saya dengar tampaknya.

Di lain waktu, saat jalan-jalan bersama keluarga, sebuah baliho besar di jalanan Jakarta menampilkan produk smartphone yang sama dengan yang saya lihat di iklan televisi. Nama yang belum familiar, tapi mulai tertanam di pikiran saya. OPPO.

Awalnya saat melihat iklan-iklan tersebut, yang pertama terpikir di benak saya adalah bahwa Oppo itu adalah produk Korea. Kenapa? Pertama, model iklannya mirip orang Korea. Kedua, kata-kata Oppo terdengar seperti bahasa Korea: Oppa. Hehehehee :p

 Lantas, apa dan bagaimana sebenarnya Oppo itu?

Oppo Electronic Corp, Ltd didirikan pada tahun 2004 di Dongguan, Guangdong, China. Awalnya Oppo memproduksi peralatan elektronik seperti MP3 Player, Portable Media Player, LCD TV, eBook, DVD, dan Disc Player. Lalu pada tahun 2008 Oppo mulai menggarap pasar Smartphone dan menghasilkan ponsel-ponsel pintar yang tak kalah canggih dengan produk yang selama ini sering kita dengar namanya. Tidak percaya? coba saja lihat smartphone keluaran Oppo di sini http://www.oppomobile.co.id/index.php?open=store Semuanya mempunyai fitur yang terkini dan mumpuni. Selain itu, tampilannya juga fashionable. Eeewwhh… mupeng jadinya.

Oppo sendiri hadir di pasar Indonesia untuk pertama kali pada bulan April tahun 2013. Tepatnya pada tangal 17 April 2013 dengan produk unggulannya Oppo Find 5. Hmm.. pantas saja baru familiar akhir-akhir ini ya, ternyata memang Oppo baru hadir di Indonesia pertengahan tahun 2013. Eits, tapi jangan salah. Sebelum ke Indonesia, Oppo sudah memasarkan produknya ke beberapa negara seperti, Amerika, Vietnam, Thailand, Rusia, dan Qatar. Jadi walaupun tergolong baru, ekspansinya ternyata sudah merambah beberapa benua. Kereeeenn…

Hingga saat ini, smartphone garapan Oppo yang telah beredar di Indonesia antara lain: Oppo Find 5, Oppo Find Mirror, Oppo Find Way, Oppo Find Piano, Oppo Find Clover, Oppo Find Muse, dan yang paling gres dan terbaru adalah Oppo N1.

OPPO N1

Naah, ini dia bintang kita kali ini: OPPO N1. Oppo N1 pertama kali dilaunching di Cina tanggal 24 September 2013 kemarin. Sementara, di Indonesia, Oppo N1 hadir pertama kali tanggal 16 Oktober 2013. Launching perdananya bertempat di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, dan disaksikan oleh lebih dari 2000 orang tamu undangan serta awak media.

Oppo N1 disebut-sebut sebagai smartphone besutan Oppo Mobile yang paling ditunggu tahun ini. Kenapa? Karena smartphone ini mengusung banyak fitur baru yang belum pernah ada di smartphone manapun sebelumnya. Penasaran seperti apa inovasi pintar dan kerennya Oppo N1 ini? Yuk kita intip bareng-bareng 😉

Oppo N1, Smartphone dengan kamera putar pertama di dunia

Tak tanggung-tanggung, inovasi yang dihadirkan oleh Oppo N1 ini salah satunya adalah smartphone dengan kamera putar pertama di dunia. Wow! Selama ini kita mungkin terbiasa dengan ponsel yang memiliki kamera di bagian depan dan belakang. Kamera belakang, untuk keperluan memotret objek yang ada di hadapan kita. Sementara kamera depan, biasanya lebih sering kita gunakan untuk komunikasi, video call dengan keluarga, atau sekedar mengambil foto narsis diri sendiri. Hayo ngaku yang suka narsis dengan kamera hp? 😀

Dengan menggunakan Oppo N1 aktivitas memotret tentu akan lebih mudah dengan hadirnya kamera yang bisa berotasi 206 derajat. Kita tidak perlu repot membolak-balik kamera untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal. Apalagi dengan resolusi 13 MP (4128 x 1920 piksel) dan bukaan lensa f/2.0, hasil foto kamera Oppo N1 pasti akan lebih mantap! Resolusi 13 MP pada Oppo N1 memungkinkan kita untuk mengambil objek foto dengan perbesaran (zoom) sampai 13x tanpa kehilangan kualitas gambar. Keren yaa

Kamera ini juga dilengkapi dengan lensa 6p, yaitu struktur lapisan 6 plastik pada lensa untuk menghasilkan foto lebih detil. Sementara kamera ponsel lainnya? Masih mengadopsi lensa 5p. Oiya, kita juga tidak perlu khawatir sistem rotasi kamera pada Oppo N1 akan membuat kamera cepat rusak. Sistem rotasi ini sudah diuji coba kok, dan kamera pada Oppo N1 dapat diputar hingga 100 ribu kali. Itu setara dengan memutar kamera sebanyak 40 kali/hari selama kurang lebih 7 tahun. Woooww… *tiba-tiba mabok foto XD

– O-Touch

Apa itu o-touch? Ini adalah inovasi lain dari Oppo N1, berupa panel sentuh belakang seluas 12 cm persegi. Pengguna dapat menggulirkan layar, menekan pilihan pada layar, dan mengambil foto melalui bagian belakang smartphone. Jadi, kita dapat mengoperasikan smartphone menggunakan body belakang/punggungnya tanpa harus menyentuhkan jari ke layar depan.

Susah membayangkan? Kurang lebih seperti ini ilustrasi pemakaian panel sentuh belakang pada Oppo N1

    

– Remote O-Click

Remote O-Click adalah perangkat yang berfungsi sebagai remote control bagi penguna Oppo N1, termasuk dapat dimanfaatkan untuk mengambil foto dari jarak jauh.  Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk bisa lebih leluasa dalam memilih sudut dan momen yang diinginkannya, termasuk jika ingin mengambil foto berkelompok, sehingga pengguna memiliki banyak opsi dan metode untuk mengambil gambar, di samping menggunakan suara atau pergerakan jari/gesture.

O-Click ini juga bisa dipakai sebagai alat keamanan. Kedua perangkat (Oppo N1 dan remote O-click) yang terhubung melalui Bluetooth ini akan berbunyi ketika jarak di antara keduanya lebih dari 15 meter. Bunyi alarm akan mengingatkan penggunanya bahwa handsetnya berada di luar jangkauan. Wah, teknologi ini pasti akan sangat bermanfaat buat saya yang suka lupa meletakkan handphone 😀

– Layar

Layar yang digunakan Oppo N1 berjenis IPS dengan bentang 5,9 inci. Dengan layar ini, Oppo N1 dikategorikan sebagai pablet, perpaduan antara ponsel dengan tablet. Layar sebesar ini tentu akan memuaskan penggunanya dalam melakukan browsing, editing foto, menonton video, dan tentunya blogging! (Pengen deh nyoba ngeblog dari Oppo N1 :D). Layar ini mendukung resolusi full HD dengan tingkat kerapatan 377 pixel per inci. Layarnya diklaim super sensitif, mengizinkan pengguna untuk mengoperasikannya, meski sedang menggunakan sarung tangan dan pena.

Sistem Operasi

Oppo N1 membuat tampilan sistem operasi sendiri yang dinamakan ColorOS yang dikembangkan selama 10 bulan. Tampilan tersebut berbasis Android 4.2 (Jelly Bean). Pengembangan ColorOS ini melibatkan 243 developer, 20.000 penguji, dan 43 paten baru. Color OS memiliki banyak fitur unik, contohnya dengan melakukan sapuan gambar pada layar menggunakan jari, pengguna bisa menyalakan telepon genggam, kamera, facebook, atau aplikasi apapun yang sering digunakan. Jika ingin mengatur volume suara, cukup geser ke atas atau bawah layar dengan dua jari. Jika ingin menangkap tampilan layar, gerakkan tiga jari di layar ke arah bawah.

Dari segi hardware, Oppo N1 hadir dengan spesifikasi yang cukup gahar, seperti prosesor Qualcomm Snapdragin 600 quad-core berkecepatan 1,7 GHz, GPU Adreno 320, dan RAM 2 GB.

Berikut ini spesifikasi lengkap Oppo N1

Mau Oppo N1?

Mauuuu….!!!! Sebagai orang yang punya hobi foto-foto, saya sangat ingin membuktikan kualitas kamera Oppo N1 yang penuh inovasi tadi. Selama ini, saya selalu memakai dua kamera untuk melakukan aktivitas memotret: kamera saku dan kamera handphone. Kamera handphone, selalu saya bawa kemana-mana, tapi belum cukup memuaskan hobi saya, sementara kamera saku sudah cukup memuaskan tetapi tidak selalu tersedia karena tidak selalu saya bawa. Kalau bisa mendapatkan smartphone dengan kualitas kamera yang oke, saya bisa menghasilkan foto bagus kapanpun dan dimanapun.

Saya juga ingin mencoba kamera Oppo N1 untuk memotret hasil olah masakan di dapur *foodblogger abal-abal. Selama ini saya selalu memakai kamera saku untuk memotret, mentransfer hasil fotonya ke smartphone saya, baru melakukan editing di sana. Repot! Kalau memotret dengan Oppo N1 saja sudah menghasilkan gambar yang bagus, saya tidak perlu repot-repot menggunakan kamera lain, langsung saja foto dengan Oppo N1, edit, dan selesai! 😀

Beberapa jepretan saya menggunakan kamera saku, dan diedit dengan aplikasi foto di handphone
Beberapa jepretan saya yang difoto menggunakan kamera saku, dan diedit dengan aplikasi foto di handphone

Oiya, saya juga ingin mencoba ngeblog dengan Oppo N1. Alangkah nyamannya ngeblog dengan layar Oppo N1 yang jernih, luas, juga super sensitif itu. Dan saya bisa melakukan aktivitas blogging kapan dan dimana saja 😀

Apa? Kamu mau juga?? Yuk, ikuti even “Aku dan Oppo N1” Blog Contest

Siapa tau kita yang beruntung dapetin gadget keren 😉

Yang berubah selama kehamilan kali ini

curhat, kehamilan, Uncategorized

Kehamilan ketiga (yang pertama keguguran), pengalaman ketiga, ada yang dirasa berbeda oleh saya. Apa itu? Sepertinya kehamilan kali ini saya lebih centil, huahahaha 😀

Berawal dari beberapa waktu yang lalu, ada sodara, sepupunya ibu, yang menyelenggarakan pernikahan anaknya. Pakdhe dan Budhe ini udah tahunan hidup di Jakarta, Ciledug si lebih tepatnya, dari saya kicik sampe sekarang ini. Anak-anaknya ada 4: 2 lebih tua dari saya, 2 lebih muda. Dulu pas saya belum merantau, setiap lebaran dan ketemu keluarga ini, rasanya ga begitu akrab. Maklum, saya kan masih jadi anak kampung, dan mereka orang perantauan dari ibukota, jadi gitu deh rasanya kayak ada gap (atau gue aja yang ngerasa kaliii, hihi).

Setelah saya kuliah di Bintaro, dilanjut kerja di Jakarta, baru deh mulai akrab. Budhe pernah main ke kosan saya, saya juga sesekali maen ke rumahnya. Ga cuma ada rumah beliau, di sana juga berkumpul lumayan banyak keluarga kami. Paman Bibi adek kandung Ibu beberapa ada yang rumahnya deket-deket sana. Jadi kayak ngumpul gitu. Bapak-ibu kalau lagi ke Jakarta juga hampir pasti ke sana. Trus dulu ceritanya nih, Ibu dan Budhe ini ada wacana mau ngejodohin anak-anaknya. Yak, siapa lagi yang dimaksud kalo bukan saya, ahahahahaa.. Tapi nggak jadi, jadinya ya saya sama Pak Suami sekarang *nyengir*

Nah, ga tau apadeh motifnya, kemaren ini pas diundang ke nikahan anaknya yang pertama, saya niat banget pengen dandan. Padahal dulu pas adeknya nikah nggak ada tuh dandan-dandanan. Selama ini juga saya biasa-biasa aja yah kalo menghadiri kondangan. Paling banter pake baju agak bagusan doang, sama bedak lebih tebel, hahaha. Tapi kemaren sempet saya tanya-tanya ke mbak di kantor, mbak make-up an itu gimana sih? Butuh apa aja? Yang minimalis aja deh, kek gimana. Saking nggak pernah nyentuh make up ya, jadi nggak tau harus mulai dari mana. Gugling juga tentang tips make up. Ih, pokoknya niat banget deh :p

Niat itu nggak berhenti sampe di situ. Setelah mempelajari ini itu, suatu hari, di Giant deket rumah, di sana ada apotik Guardian yang juga menyediakan peralatan kecantikan, saya belanja make up, seperti: bb cream, lipstik, dan pensil alis. Yang biasa-biasa aja, lagian saya nggak tau mana yang bagus mana yang enggak. Sementara itu, di rumah udah ada berbagai macam kuas-yang saya kurang tau fungsi-fungsinya buat apa-mascara, penebal bulu mata (semuanya bonus dari Oriflame), eyeshadow, dan bedak Wardah (dulu beli pas pengen ikut lomba blog). Ternyata perlengkapan make up saya udah lumayan juga ya pemirsah 😀 Cuma masih ada yang kurang. Blush on. Nah, itu saya nggak tau belinya dimana, wkwkwk.

Singkat cerita di hari H kondangan saya dandan looh beneran. Pake bb cream, pensil alis, eyeshadow, sedikit polesan lipstik. Trus, jilbabnya dimodel-model. Niat banget. Hasil akhirnya 11-12 lah sama ini:

Ahahahahaaa… enggak ding, masih jauh lebih cantik mbak-mbak modelnya -_-

Suami sampe pangling dan ngeliatin :p Sayang beribu sayang, hari itu saya nggak foto-foto narsis sama sekali, satu pun nggak ada. Jadi kalo nggak ada yang percaya saya bisa dandan, ya sudah mo gimana lagi XD

Singkat cerita setelah momentum itu, saya jadi lebih peduli penampilan. Satu yang ga bisa lepas sekarang ini pensil alis. Soalnya alis saya itu tipiiiiss banget sampe-sampe kalo difoto itu alisnya jadi ilang. Selain itu paling pake pelembab Ponds biasa atau sesekali bb cream. Tapi orang-orang kok pada bilang saya berubah ya, keliatan beda gitu. Dari mulai temen kantor, mbak-mbak OB, mbak kantor sebelah, sampe ibu-ibu arisan di kompleks bilang sekarang saya lebih cerahan. Dan kebanyakan pada bilang: oo..pantesan anaknya cewek ya, pas tau saya kehamilan yang sekarang ini jenis kelaminnya perempuan :’)

Tapi sekarang saya lagi mati gaya nih, soalnya masuk tujuh bulan ini, baju-baju banyak yang enggak muat. Celana panjang buat ke kantor tinggal satu, rok tinggal satu, gamis semuanya ukuran M, masih pas di badan tapi nggak banget di perut (kayak lagi nggembol bola). Baru bisa ngerasain kenapa banyak wanita yang dulunya langsing, setelah punya anak dan badannya melar, pengen ngembaliin tubuh ke ukuran semula: karena pengen bisa pake baju yang dulu suka dipake! I feel that! Bukan, bukan karena alasan pengen keliatan cantik buat saya, tapi karena alasan finansial: masa guwe harus beli baju-baju baru? Huwehehehehee

Jadi pengen cepetan cuti nih kalo kayak gini, biar bisa tiap hari pake daster dan ga bingung pilih-pilih baju buat pergi 😀

Henti Jantung – Resusitasi Jantung Paru untuk awam

Uncategorized

étoile filante

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah 3 hari kemarin menjalani pelatihan Advanced Cardiac Life Support nggak ada salahnya aku share di sini. Kasus henti jantung sudah makin familiar di masyarakat. Cardiac arrest ini bukan tidak bisa ditolong, ternyata. Bahkan oleh orang awam, selayaknya orang di luar negeri sana, mereka mendapat pendidikan yang cukup mengenai life support ini.

Apabila kita mendapati orang yang pingsan mendadak, yang harus kita lakukan adalah.

  1. Cek Kesadaran. Panggil dia untuk tahu apakah dia hanya tidur, atau pingsan, atau henti jantung.
  2. Lihat napasnya. Bernapas atau tidak? Dadanya naik-turun tidak?
  3. Segera panggil bantuan. Telepon ambulans.
  4. Cek nadi. Periksa di nadi karotis, atau leher. Mari sekarang kita raba leher bagian yang paling menonjol dengan 2 atau 3 jari, lalu geser ke kanan atau ke kiri, rasakan nadi kita. Jangan terlalu lama meraba, hanya sekitar 5 – 10 detik saja, kalau ragu lebih baik lanjutkan ke langkah selanjutnya.
  5. Kalau TIDAK ADA NADI, itu berarti…

View original post 307 more words

It’s A Baby Girl!

bayi, curhat, kehamilan

 

Sabtu kemarin saya dan suami memeriksakan kandungan saya yang sudah masuk usia 6 bulan. Sebenarnya untuk kontrol rutin saya biasa pergi ke RS Permata Cibubur, tapi kemarin kami mencoba ke RS Mitra Keluarga Cibubur. Kebetulan kami belum pernah ke RS ini sebelumnya. RSnya sendiri besar dan masih baru. Oiya, sebenarnya ke sana juga ada rencana mau tanya-tanya soal biaya persalinan, setelah sebelumnya udah tanya biaya di RS Permata Cibubur dan RS Hermina Mekarsari. Tapi ternyata kami malah lupa, hehehe..

Seperti biasa saya tidak pernah cari tau lebih dahulu soal dokter mana yang bagus atau recommend-entah ke orang personal atau cari tau di internet. Saya biasanya hanya mencari dokter yang sesuai dengan jadwal libur kami-saya dan suami-yang artinya HARUS hari Sabtu atau Minggu, dan yang penting CEWEK. Orang-orang si bilangnya dokter kandungn cowok jauh lebih sabar, pengertian, dan baik, tapi kalo nyamannya ke sesama cewek nggak bisa dipaksa juga kan? 🙂 Setelah terlebih dahulu tanya via telepon dan diberi tahu kalau ada dua dokter perempuan yang bertugas sabtu pagi itu, saya dan suami pun segera bersiap-siap. Kami berangkat dari rumah sekitar jam delapanan/setengah sembilan gitu. Pagi juga ya, mengingat pergi2 di weekend itu susah ontimenya, hehehe. Dokternya si jadwalnya jam sembilan, tapi berdasarkan pengalaman dimana-mana, dokter kandungan itu antrinya minta ampun deh. Pengalaman tiga kali kehamilan selalu begitu. Apa emang saya pilih dokternya kebetulan yang favorit ya? Nggak tau juga 😀

Kami sampai di RS jam sembilan kurang. Waktu mendaftar, ada dua dokter perempuan di sana, tapi suami bilang, dokter yang ini ajah. Jadilah kami daftar ke Dr. Novi Gracia SpOG. Eh, ternyata dapet antrian nomer 6 lhooo, antrian awal, senaaanng. Oiya, kalo dilihat-lihat, RS Mitra ini lumayan nyaman juga. Bangunannya masih baru dan lapang. Lantai 1 sepertinya diisi oleh ruang2 praktek dokter. Biarpun orang-orang sepertinya terpusat di lantai ini, tapi nggak terlalu ruwet kok, soalnya kursi tunggunya banyak dan tersebar dimana-mana. Ada ruangan kecil yang dijadikan playground. Nggak ada mainannya sih, cuma ada karpet doang dan dinding yang dihiasi mural. Tapi lumayan lah 🙂

Pas akhirnya kami masuk ke ruangan dokter, langsung terpesona. Wow, ibu dokternya kayak model. Cantik, putih, tinggi, dan rambutnya panjang tergerai, hehehe. Setelah basa-basi sebentar, eh ternyata BuDok orang tuanya dari Purbalingga looh, tapi sayang udah lama beliaunya ini ga ke Purbalingga, soalnya keluarganya udah pada di Jakarta semua. Setelah basa-basi, langsung ke tempat tidur periksa (apa ya namanyaa?) dan mulailah prosesi USG. Dokter Novi enak juga ngejelasinnya, detail dan pelan, nggak cepet-cepet. Waktu kami ditanya udah tau jenis kelaminnya belum, saya dan suami langsung geleng kepala. Terakhir periksa, si dedek masih malu-malu, pahanya rapet :p

Kemarin sempet ditanya: Menurut Ibu ini cowok atau cewek? Sejujurnya feeling saya sih cowok, trus kalo liat selintasan-selintasan di USG tuh kayak keliatan bulet-bulet di kelaminnya. Trus sama dokter Novi dibilang: Kalo cowok kan keliatan ada burungnya ya, nahh kalo kayak gini ini, ada garisnya begini, ini bibir Miss V.  Setelah itu saya disuruh berbaring menyamping, dari posisi itu lebih jelas keliatan. Waah, ini sih 99,99% cewek, kata beliaunya lagi. Huwaa saya dan suami langsung berpandangan dan senyum-senyum. Sepasang! Anak pertama cowok, anak kedua cewek.

Lepas pemeriksaan itu, saya tak henti-henti mengumbar senyum. Sebenarnya tak jadi masalah cowok atau cewek. Saya bahkan udah ngebayangin Raihan bakal main bola sama adik laki-lakinya. Tapi bayangan itu pupus setelah USG kemarin. Sekarang yang ada bayangan Raihan sedang main bola, dan adeknya main boneka 😀

Walaupun begitu, yang 99,99% itu tetap perkiraan dokter yaa, masih ada kemungkinan salah biarpun 0,000001%. Yang pasti 100% itu kan takdirnya Allah. Saya intinya berserah aja. Tapi, teteeuup ya, udah ada rencana mau belanja yang unyu-unyu buat si little baby ini. And I cant wait! 😀

 

Saat-saat seperti ini….

bayi, curhat, kehamilan, Raihan

Saat ngerasa bener-bener belum jadi Ibu yang baik,

saat ngeliatin foto Raihan dengan pose yang melankolis (nggak tau kenapa sepertinya Raihan banyak foto dengan pose kayak gitu. Mainan di lantai, menunduk, macem gitu. Aah..apa mungkin gw yang terlalu sensitif :))

Saat ngebayangin Raihan sehari-hari main sama mbak doang sementara ayah-bundanya nggak di rumah seharian

Saat air mata hampir tumpah di depan komputer kantor…

Tiba-tiba gw inget kalo bentar lagi akan cuti panjang, cuti melahirkan, dan selama itu bisa nemenin Raihan

Tiba-tiba inget kalo bentar lagi bakal ada adeknya Raihan, yang bisa saling menemani bermain di rumah

Dan seketika merasa amat sangat bersyukur dengan kehamilan kedua ini

Alhamdulillah…

Sehat-sehat Raihan, sehat-sehat adeknya Raihan

Nanti kita maen bareng ^_^